Friday, April 10, 2009 If I love you, what business is it of yours?
from here, i think im gonna use indonesian language. since my english too screwed up, im afraid that you cant understand it well. dj wawaseseorang menetup kedua mata hansa dengan tangannya. tangan orang tersebut sangat kasar. hansa kaget, dan bertanya kepada orang yang tak dikenal itu. "siapa nih?"."tebak siapa" kata orang tersebut dengan nada yang menyindir. hansa pikir hansa kenal dengan suara itu. ternyata hansa salah. "andra? benar kan?". tiba-tiba tangan tersebut melemah kemudian menjauh dari muka hansa. "andra? arga. bukan andra. ndra sama ga beda sa". orang yang bernama arga itu pun kemudian memputar balikkan badannya, dan berjalan cepat menjauhi hansa.
hansa sedikit jengkel dengan kelakuan temannya, arga. ia masih memikirkan kejadian tadi disekolah. menurutnya ya semua orang punya salah, kenapa cuma seperti itu arga marah sih. hansa terlentang di tempat tidur empuknya, dan melihat kelangit-langit. dia menghela nafas. tiba-tiba handphonenya berdering. hansa terdiam sambil melihat kearah handphonenya, ia tidak mengangkatnya seolah sudah tahu siapa yang menelfonnya. 1x berdering-2x berdering-3x berdering hansa masih tidak mau mengangkat hp nya sampai akhirnya dering itu tidak terdengar lagi olehnya. hansa mengambil handphonenya, dan melihat layar depannya.
3 missed call arga: +628788152xxxx
1 new message
from: arga
"If love means never having to say you're sorry, then our relationship means always having to say everything twice. im sorry sa"
Hansa membaca sms tersebut dan menghiraukannya. Daripada membalas sms tersebut, hansa lebih memilih untuk menelfon andra. Hansa menelfon andra sangat lama. Mereka membicarakan banyak hal.
Esoknya, di sekolah arga datang kepada hansa yang sedang bermesraan dengan andra. Arga mengepalkan tangannya dan mendaratkan pukulan di muka andra. "ARGA!" teriak hansa. hansa langsung menghentikan arga yang sedang memukuli andra. "ga, kamu tuh gimana sih?" tanya hansa kesal. "kamu yang gimana sa, kita ini masih pacaran kan? atau udah gak? atau kamu lupa klo kamu masih pacar aku? kita tuh sebenernya gimana sih sa? kamu udah gak sayang sama aku?". "ga inget ya aku udah gak suka kamu, kita putus sekarang, dan kamu jangan ganggu andra karena dia pacar aku sekarang". Arga terdiam dan kemudian dengan pelan tidak bersuara, arga mengambil tasnya dan pergi meninggalkan hansa.
"If love means never having to say you're sorry, then our relationship means always having to say everything twice. im sorry sa" argaBerhari-hari kemudian, arga tidak terdengar lagi kabarnya. Hansa sedikit cemas, karena ternyata kali ini andra tidak sebanding dengan arga. Andra terlalu mendapatkan hansa saja. Hansa tidak ingin seperti itu. Bagi hansa, dirinya bukan untuk didapatkan, karena tidak bisa disamakan dengan barang. Hansa terdiam di kantin sekolah, sambil memainkan minumannya. Tiba-tiba Ezra sahabat bermain bola nya arga, mendadak datang kehadapan hansa sambil terengah-engah. "sa, arga nitip ini buat lo". Ezra menyerahkan sebuah buku usang dengan bercak coklat di dalamnya. "arga bilang lo gak boleh cemas sama dia karena dia bakalan ada di deket lo". Hansa mengerutkan dahinya, tanda ia tidak mengerti apa yang dikatakan oleh ezra. "za, apa maksud lo sih? hey za, gue gak ngerti" ezra tersenyum kecil kemudian meninggalkan hansa.
Dirumah, hansa terdiam menatap buku usang arga. Perlahan ia mulai mengambil buku tersebut dan membuka lembarannya satu persatu. Ia membaca setiap tulisan arga yang berantakan dengan sabar. Satu tetesan air yang keluar dari matanya, merupakan satu halaman yang ia baca. Setelah beberapa menit, akhirnya hansa sampai ke halaman kedua dari terakhir. Ia pun membaca halaman kedua dari terakhir tersebut,
Ketemu hansa, dibawah pohon besar 3 bulan lagi dari sekarang. arga
arga? -- hansa kebingungan apa maksud kalimat tersebut. hansa menutup bukunya kemudian menyimpannya dengan baik-baik. ia kini mulai merasakan kehilangan sosok yang menjaga dirinya lebih dari apapun di dunia ini. hansa tahu bahwa ia tidak bisa memutar kembali waktu yang telah hilang. setelah itu ia membalik ke halaman terakhir, tetapi di halaman terakhir tidak ada apa-apa hanya bekas sobekan.
3 bulan kemudian, sesuai dengan janji di kalimat buku arga. Hansa pun pergi ketempat pohon besar dimana ia menyimpan kenangan tentang arga. kenangan tentang pertemuan pertama dengan arga. Hansa duduk sambil memeluk erat buku tersebut. Tiba-tiba angin berhembus damai seolah menyambut kedatangan hansa. "one day moon asked me, if she hurt you why dont you leave her?" hansa tersentak mendengar suara tersebut, suara damai yang ia kenal. "and then i asked to the moon, moon--have you ever left sky?". hansa memutar kepalanya kebelakang tetapi tidak ada siapa-siapa. hanya ada setangkai bunga dan secarik kertas yang berisikan,
I love you. arga
END
In this life we cannot do great things. We can only do small things with great love. Mother TeresaThis story is made up by arsaga ganesha. which dedicated to his someone important person, also for all people in the world. to know the meaning of love itself.
martians child
Labels: love, short story
0 comments







